Survey Lokasi Penempatan Transmigrasi Tahun 2019

disnakertranskablebak.id-Dalam rangka cek lokasi penempatan transmigran tahun 2019, Senin (1/4/2019). Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak menugaskan 3 (tiga) orang untuk mengunjungi lokasi transmigrasi di Provinsi Aceh Kabupaten Simeulue Kawasan Selawut Lokasi Sigulai. Dengan maksud untuk mengetahui kondisi sarana prasarana dan lahan yang akan ditempati oleh calon transmigran asal daerah Kabupaten Lebak. Apakah lahan yang akan menjadi lahan pekarangan dan lahan usaha itu termasuk kategori tanah subur, tandus atau tergenang air?.

Lokasi rumah dan lahan pekarangan calon transmigran masih dalam tahap pembangunan

Lahan yang akan ditempati oleh calon transmigran asal daerah Kabupaten lebak berupa Lahan Pekarangan seluas 2.500 m2 dengan rumah type 36 semi permanen dan lahan usaha seluas 17.500 m2 dengan kondisi siap garap, total lahan yang akan diterima calon transmigran seluas 2 Ha (dua hektar). Selain kondisi lahan, kondisi sarana prasarana juga menjadi informasi yang penting, bangunan rumahnya, sarana listrik, sarana air bersih, begitu juga dengan sanitasi dan drainasenya.

rumah transmigran dan lahan pekarangannya, penempatan tahun 2018 asal DIY Yogyakarta

Kondisi akses transportasi menuju lokasi terbilang cukup dekat dan mudah, dari pusat kota sinabang kabupaten simeulue menuju Desa Sigulai berjarak 105 km ditempuh dengan waktu perjalanan selama 150 menit dengan jalan beraspal kondisi baik. Dari Desa Sigulai menuju lokasi pemukiman transmigran berjarak 15 Km dengan waktu tempuh 30 menit melalui jalan aspal lapen dan perkerasan.

Cek lokasi dimpimpin oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs. H.AANG AMBARI B, M.Pd. Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari, sejak tanggal 1 hingga 3 April 2019. dalam pengamatannya Sekdis melihat betapa suburnya lahan yang akan ditempati calon transmigran.
“karena dikelilingi perbukitan dan sumber air yang mudah serta tanah yang banyak mengandung humus, tanaman akan tumbuh baik karena kondisi lahannya subur” ucap sekdis.

mengamati lahan yang akan menjadi lokasi penempatan transmigran

Dalam cek lokasi tersebut juga turut serta Kepala Seksi Transmigrasi YOYON MULYANA, S.Sos, M.Si. Kasi Transmigrasi mengungkapkan rasa optimisnya terhadap lokasi yang akan ditempati calon transmigran asal Kabupaten Lebak.
“banyaknya potensi yang dapat digali dan dikembangkan selain bercocok tanam, sumber protein hewani yang bisa didapat berupa ikan air tawar masih sangat melimpah karena belum terjamah, melihat kondisi ini yakin akan maju dan berkembang dengan baik”

kasi transmigrasi melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan

Dalam peninjauan lokasi tersebut didampingi oleh Kabid Transmigrasi Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, Transmigrasi dan PTSP Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh RUDI ARFIANSYAH. Kabid mengungkapkan, bahwa calon transmigran yang akan ditempatkan harus yang memiliki fisik yang sehat dan mental bekerja keras sehingga diharapkan mampu mengembangkan potensi pertanian yang ada.
“yang namanya merintis dalam membuka lahan pertanian baru tentunya harus memiliki mental kuat untuk bekerja keras, walaupun lahannya subur jika tidak diolah maka tetap tidak akan menghasilkan”

Kabid Transmigrasi Kab. Simeulue menjelaskan potensi tanaman jernang

Kabid juga menjelaskan bahwa kedepannya Pembkab Simeulue akan mengembangkan tanaman Jernang sebagai tanaman unggulan yang bisa berpotensi mengangkat kesejahteraan transmigran, karena harga buah tanaman jernang sangat mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
“Lahan usaha yang 10.000 m2 akan diarahkan untuk budidaya tanaman jernang, sebelumnya tanaman jernang adalah tanaman liar yang tumbuh di pedalaman hutan dan sulit untuk diperoleh, harga buah jernang mencapai Rp.450.000,-/Kg, dalam satu pohon menghasilkan antara 5 sampai dengan 10 kg buah jernang dengan dua kali panen dalam setahun”

lahan pekarang transmigran

Mengakhiri kunjungannya, Sekdis mengemukakan pendapatnya “Dengan kondisi lahan subur dan akses yang mudah serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui program pengembangan pertanian di wilayah transmigran, kami optimis kedepannya para transmigran dapat berkembang maju dan mencapai kesejahteraan”.tutupnya.(RG)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *