Disnakertrans Lebak dan BNP2TKI Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Ilegal

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak bersama BPTKI Banten dan BNP2TKI mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Pencegahan Terhadap Penempatan Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Kabupaten Lebak, di Aula Disnakertrans Lebak, Rabu 16 Oktober 2019.

Acara tersebut dihadiri Asda III Dedi Lukman Indepoor, Kadisnakertrans Lebak Maman Suparman, Kepala BPTKI Banten Ade Kusnadi dan Deputy Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro Budi Winarsi sebagai narasumber serta peserta dari Instansi-instansi di Kabupaten Lebak.

Assisten Daerah III Kabupaten Lebak Dedi Lukman Indepoor dalam sambutannya mengatakan sosialisasi tentang ketenagakerjaan Migran Indonesia ilegal sangat perlu dilakukan. Karena hal ini akan menambah banyak pengetahuan dan manfaat khususnya bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri atau sebagai pekerja Migran Indonesia.

“Saya berharap para peserta yang mengikuti acara ini dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh, agar apa yang disampaikan dalam rapat koordinasi ini bisa tersampaikan kepada masyarakat banyak khususnya bagi warga yang ingin menjadi tenaga kerja migran Indonesia,”ujarnya.

Deputy BNP2TKI Anjar Prihantoro Budi Winarsi mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi, untuk pencegahan dini agar tidak terjadinya penyaluran Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural (PMI Ilegal).

“Dalam kesempatan ini para pesertanya adalah pihak-pihak yang berkompeten dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Artinya dari mulai tingkat Kepala Desa, Camat dan Instansi-instansi terkait dapat melakukan komunikasi dan pendataan, sehingga mengingatkan ke masyarakat yang menentukan pilihan untuk bekerja diluar negeri supaya melalui jalur prosedural,”ujarnya.

Sosialisasi sangat perlu dilakukan untuk antisipasi tenaga kerja keluar negeri secara illegal (tidak dilengkapi dokumen yang sah) bila terjadi permasalahan hukum atau deportasi akan sulit proses pengawasannya , jika melalui mekanisme dan pelatihan yang sesuai, akan menjadikan PMI lebih merasa aman dalam penempatan dan perlindungan di negara tujuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Lebak Maman SP mengatakan pihak Disnakertrans Lebak terus berupaya untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Lebak.

“Telah ada beberapa perusahaan yang mengembangkan usahanya di Lebak untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, salah satunya setiap perusahaan, membangun komitmen dengan disnakertrans dengan membuka lowongan pekerjaannya di Disnakertrans Lebak,”kata Maman SP.

Menurutnya, terkait sosialisasi Pencegahan Terhadap Penempatan Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Kabupaten Lebak, hal ini masuk dalam program disnakertrans Lebak yaitu mulai dari Antar Kerja Antar Negara (AKAN), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Lokal (AKAL). “Pihaknya mengharapkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, keluar daerah dan lokal untuk datang langsung ke kantor Disnakertrans Lebak. Artinya dengan datang ke Disnakertrans, Masyarakat akan mendapatkan informasi yang benar, seputar informasi lowongan pekerjaan diluar maupun di dalam negeri,” pungkasnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *