Monitoring Evaluasi Transmigran Tahun 2020 lokasi SPT Pangea SP3 Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Penempatan Tahun 2018

Kujungan Tim Monitoring dan Evaluasi Transmigrasi ke Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boalemo

Pada hari senin lalu tepatnya tanggal 17 Februari 2020, Tim dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan kunjungan Monitoring dan Evaluasi ke lokasi Transmigrasi SPT Pangea SP3 Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.

Kunjungan tersebut untuk mengamati/mengetahui perkembangan dan kemajuan, identifikasi dan permasalahan serta antisipasinya/upaya pemecahan dari Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Kegiatan Pembinaan dan Fasilitasi Penempatan Transmigrasi

Perjalanan yang ditempuh untuk menuju lokasi penempatan transmigran di SPT Pangea SP3 melalui lintas udara dari Bandara Soekarno – Hatta Tangerang Banten menuju Bandara Jallaludin Gorontalo. Dari Bandara ke lokasi transmigran menempuh lima jam perjalanan darat. akses jalan yang dilalui bagus dan lancar dengan jenis badan jalan beton dan aspal dengan estimasi kerusakan jalan kurang dari tiga puluh persen. kondisi jalan pada lingkungan permukiman transmigran masih berupa perkerasan dan tanah.

Kondisi rumah Bapak Udin yang terlihat lebih maju dan sejahtera secara ekonomi

Sebanyak lima kepala keluarga transmigran asal daerah Kabupaten Lebak ikut serta dalam program kegiatan tersebut pada bulan Desember Tahun 2018, satu tahun tiga bulan tepatnya dari sejak waktu penempatan hingga saat monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan dapat diinformasikan bahwa warga Kabupaten Lebak yang berada di lokasi transmigran telah mengalami peningkatan penghasilan dan kesejahteraan.

Bapak Suwignyo HP, warga transmigran asal Kampung Malangnengah Rangkasbitung menjelaskan jenis-jenis tanaman pada lahan pekarangannya.

Fasilitasi yang diberikan pemerintah berupa Rumah, lahan usaha dan Jadup selama dua belas bulan telah mereka terima sebagai hak warga transmigran. Program pertanian melalui Pemerintah Kabupaten Boalemo memberikan bantuan bibit tanaman dan pelayanan pada proses pasca panen.

Bapak Oktavianto, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Lebak merasa gembira melihat hasil kebun pada lahan pekarangan Bapak Deni Riswandi Warga Transmigran asal Kampung Cijengkol Kec. Cilograng Kab. Lebak

Pemberian benih jagung jenis BISI 18 dari UPT Pangea SP3 sebagai modal awal mereka dalam bertani mampu memberikan hasil panen yang optimal, sebanyak empat ton jagung pipilan per hektar diperoleh petani warga transmigran pada panen perdana di tahun 2019 lalu, hingga saat ini mulai memasuki masa penanaman gelombang ke tiga.

Sisa hasil panen jagung Bapak Udin warga transmigran asal Daerah Kabupaten Lebak

Pada saat pasca panen, warga transmigran tidak mengalami kesulitan untuk penjualan hasil kebunnya, adanya pasar Desa Saritani sebagai wadah untuk menerima hasil pertanian jagung mereka berapapun jumlahnya membuat penghasilan mereka cukup stabil. Jagung yang dihasilkan warga transmigran merupakan jagung unggulan untuk komoditas ekspor ke luar negeri. kualitas jagung yang dihasilkan mampu bersaing dengan negara-negara lainnya dalam memasuki area pasar bebas.

Pasar desa sebagai sarana pergerakan roda ekonomi warga transmigran

Kondisi lingkungan permukiman transmigran, sudah memasuki tahapan-tahapan pengembangan infrastruktur diantaranya rencana masuknya listrik dengan di identifikasi sudah tertanamnya tiang-tiang listrik di sepanjang jalur permukiman mereka yang akan terealisasi pada tahun 2020 ini.

Infrastruktur listrik sudah mulai masuk dan terealisasi di tahun 2020

Untuk ketersediaan sarana air bersih dan air minum, memang masih merupakan kendala yang di hadapi oleh warga transmigran pada lokasi SPT Pangea SP3. berdasarkan hasil wawancara dengan Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, Ibu MINCE P DAU, S.Sos., bahwa pada tahun ini 2020 akan masuk program sanitasi air bersih bagi warga transmigran SPT Pangea SP3 melalui Program dan Kegiatan dari Dinas PUPR Kabupaten Boalemo.

“insyaallah pada tahun ini program PUPR masuk ke lokasi trans untuk pembangunan sarana air bersih” penjelasan dari sekdis.

Ibu Sekdis dalam penjelasannya tentang kondisi infrastruktur pada pemukiman transmigran SPT Pangea SP3

Pada pelaksanaan program transmigrasi di lokasi SPT Pangea SP3 tidak terlepas masih adanya kendala seputar lahan usaha, masih adanya perselisihan lahan usaha yang dengan penduduk lokal kerap mewarnai proses pelaksanaan program transmigrasi.

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari warga transmigran asal Kampung Acol Narimbang Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Bapak Udin menjelaskan bahwa perselisihan tersebut sudah di selesaikan melalui mediasi oleh Kepala UPT Pangea SP3 dengan hasil akhir bahwa lahan usaha bapak udin bergeser satu blok ke sebelah utara tanpa mengurangi luasan lahan yang diterimanya. kedua belah pihak antara Bapak Udin dan penduduk lokal setempat sudah sepakat dalam mediasi tersebut.

Bapak udin menuturkan “emang kamari sempet aya sempet aya selisih jeung warga didie tina lahan usaha, ngan ges beres di musyawarahkeun ku kepala UPT, hasilna lahan abdi nga-geser ka katuhu tuker jeung lahan manehna nu ges nga’blok dina kapemilikan manehna, lahan mah teu ngurangan tetep dua hektar boga kami”

Kasi Transmigrasi Bapak Yoyon Mulyana, S.Sos., M.Si. (kanan) memberikan pembekalan motivasi kepada warga transmigran, Bapak Udin (kaos hijau) menjelaskan perkembangan kondisi aktual warga transmigran

Kemajuan yang didapat oleh para warga transmigran asal daerah kabupaten lebak diantaranya adalah mereka sudah mampu mandiri tanpa mengandalkan Jaminan Hidup (JADUP) dari pemerintah setempat, sebanyak dua kali panen jagung sudah mereka peroleh mampu meningkatkan kesejahteraan mereka diantaranya sudah mampu membeli kendaraan bermotor roda dua untuk menunjang kelancaran aktifitas mereka sehari-hari dalam berkebun dan mengangkut hasil pertanian mereka.

Bapak Udin dengan Motor Baru-nya hasil dari panen jagung gelombang pertama pasca penempatan

Hasil evaluasi yang masih dianggap sebagai kendala yaitu tidak adanya sekolah tingkat Menengah Atas (SMA) pada lokasi SPT Pangea SP3 sehingga anak-anak warga transmigran yang sudah memasuki usia sekolah SMA tidak bisa melanjutkan sekolah di lokasi mereka. Untuk melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Atas, maka harus menempuh satu jam perjalanan untuk ke Kecamatan Wonosari. Hingga saat Monitoring dan Evaluasi ini selesai dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa program transmigrasi ini telah berhasil dalam meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan warga masyarakat asal daerah Kabupaten Lebak.

Tim Monev dan Keluarga Transmigran Asal Daerah Kabupaten Lebak

Writed By : RG@1945

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *